Surat kabar Asharq Alawsat melaporkan, hasil jajak pendapat menyimpulkan sekitar 72 persen warga Israel menyetujui pemenuhan syarat bagi pembebasan Gilad Shalit dari Hamas. Meski tuntutan yang diminta Hamas sangat berat sekali pun.
Pada saat yang bersamaan, para pensiunan jenderal militer Israel juga berpendapat bahwa militer Israel yang telah mengirim Shalit untuk berperang, maka mereka juga harus menjamin keselamatannya. Dengan tindakan seperti ini, para personil militer Israel akan mengetahui bahwa para pimpinan dan pejabat tinggi di Tel Aviv sangat memperdulikan keselamatan mereka.
Mantan menteri peperangan dan kepala staf gabungan Israel, Shaol Mofaz, dalam hal ini menuding militer Israel telah gagal dalam perang untuk membebaskan Shalit. Menurutnya, pihak yang kalah harus membayar mahal kegagalannya, dan militer Israel harus bertanggung jawab atas keselamatan Gilad Shalit.
Emir Perets, mantan menteri peperangan Israel juga mengatakan, "Sejak hari pertama penahanan Shalit saya sudah mengatakan bahwa kita harus segera menandatangani kesepakatan dengan Hamas. Jika waktu itu pemerintahan Olmert mendengarkan saya, tentu harga yang harus dibayar lebih ringan daripada yang harus dikeluarkan sekarang."
Di lain pihak, mantan ketua dinas rahasia Israel (Mossad), Dany Yatum juga menegakan bahwa pengalaman panjang dirinya dengan lembaga-lembaga yang dicap "teroris" Palestina menunjukkan bahwa lebih baik menyerah di hadapan persyaratan Hamas sekarang daripada mengulur-ulur waktu. Bahkan menurutnya, militer Zionis harus melakukannya sekarang meski ini berarti pengakuan kekalahan.
Sebelumnya, rezim Zionis Israel selalu mengulur-ulur waktu dalam proses pertukaran tawanan dengan Hamas.Rupanya betul bahwa Hamas mengamalkan perdagangan yang dijanjikan Allah yang tercantum pada QS AsShof (10-12): Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Itu lah yang seharusnya Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, seddangkan orang-orang kafir berperang di jalan Thoghut (mereka berperang di bawah panji-panji syetan), maka wajiblah bagi Mukminin dan Muslimin memerangi, melawan mereka apapun resikonya.
Inilah kesempatan muslimin di belahan bumi manapun wajib membantu saudara-saudaranya yang sedang berjuang mempertahankan gempuran bom Israel dan diblokade secara ekonomi, fisik dan terkurung ini.Monday Morning Motivation
Tidak ada komentar:
Posting Komentar