Firman Allah

Hai orang orang-yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kau mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Al Quran Surat Asshof (ayat 10-12)

Minggu, 27 Juni 2010

Bantuan Untuk Gaza

Gaza adalah bagian Palestina yang terkurung dan secara nyata telah dianiaya Israel, sementara kita dengan leluasa dan memiliki kemampuan untuk membantu meringankan beban Rakyat Gaza adalah merupakan kewajiban sesama muslim dimanapun mereka berada, ikatan Iman dan Islam adalah yang sanagt dominan bagi kita pemeluk ajaran Allah yang nyata dan harus diakui nikmat Islam inilah yang semestinya dipertahankan dan terus diperjuangkan. Bukan karena itu saja bila dilihat sejarah kebelakang selama ini betapa menderitanya Rakyat Gaza yang setiap periodik mendapat hujan Bom yang mematikan tak peduli itu rakyat sipil, orang tua, wanita, anak-anak, bahkan bayi baru lahir ataupun masih dalam kandungan ibunya pun mendapat ancaman teror dan kematian kapanpun Israel menghujani dengan Bom setiap saat. Manusia mana yang tidak memiliki nilai kehidupan humanisme dan melihat kehidupan rakyat yang posisinya sedemikian berat seperti itu? Apakah tidak ada nilainya bila kita membantu mereka? Tentu sangat bernilai..Monday Morning Motivation


Nilai positifnya :

Nasionalisme Indonesia. Iktikad baik pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan dan membela negeri yang terjajah. Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kemerdekaan berada di bait pertama, disusul kebahagiaan, kesentosaan, dan kemakmuran Indonesi. Nilai kemerdekaan lebih tinggi kedudukannya dan lebih menyenangkan dari sekedar kemewahan hidup materi. Keseriusan ini ditunjukkan secara nyata, bahwa kemerdekaan itu lebih utama dan merupakan prioritas utama yang harus diutamakan untuk dicapai. Ini sebagai gambaran ringkas, tentang dalamnya perenungan arti kemerdekaan bagi Pemerintah Indonesia di mana Gaza sebagai personifikasi negara-negara Arab yang notabene menjadi penerima pertama Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia bukanlah jenis bangsa yang “tidak tahu diri” atas bantuan-bantuan kemanusiaan asing kepada Indonesia pada saat Indonesia mengalami derita dan krisis. Dengan ini, diharapkan kepercayaan internasional kepada Indonesia akan semakin tumbuh dan dukungan kepada Pemerintah Indonesia juga semakin besar.
Sementara nilai negatifnya(dari sisi yang tidak suka terhadap Islam) adalah :

Dianggap mengutamakan kepentingan bangsa lain sementara rakyatnya sendiri justru menderita dan hidup kesusahan.
Dianggap tidak serius menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan hidup rakyat Indonesia sendiri.

Beberapa solusi yang mungkin bisa dilaksanakan untuk mengakomodasi kepentingan nasional dan internasionalnya:

Bantuan ke Gaza tetap dilaksanakan sebab tidak melanggar undang-undang dan peraturan domestik dan internasional. Bahkan kalau mampu, nominal bantuan ditambah.
Mengalokasikan dana sesegera mungkin untuk mengentaskan permasalahan di Lapindo, serta di derah lainnya yang dilanda krisis kesejahteraan.Motivation (Explicit Album Version)

Memberdayakan aparatur pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik.
Akhirnya kita hanya bisa merencanakan dan menyusun konsep, pelaksanaan bukan di tangan kita, tetapi pemerintah.Dan yang paling penting adalah menjaga aparat pemerintah ini jangan malah memanfaatkan bantuan musibah untuk "Bancakan" korupsi. Hayo kita saksikan apa yang terjadi
selama ini. Untuk itu barang siapa yang baerni menghadapi tantangan ini adalah "apapun upauyanya" yang mempunyai niat yang tulus Ikhlas karena Allah lah yang akan membuahkan hasil yang baik. Insya Allah dengan langkah kecil ini siapapun yang berniat membantu hendaklah melakukan tindakan kearah tujuan bantuan itu dengan fokus walaupun hanya bisa dengan berbuat yang sedikit. Disini ada tantangan buat rekan-rekan pembaca.Siapakah Saya Yang Dengan Beraninya Dan Mudahnya Mempertaruhkan Uang Tunai 50 Juta Rupiah Hanya Untuk Sebuah Tantangan?!?! ini dia

Sebagian infaq anda untuk saudara kita di Gaza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar