Nilai positifnya :
Nasionalisme Indonesia. Iktikad baik pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan dan membela negeri yang terjajah. Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kemerdekaan berada di bait pertama, disusul kebahagiaan, kesentosaan, dan kemakmuran Indonesi. Nilai kemerdekaan lebih tinggi kedudukannya dan lebih menyenangkan dari sekedar kemewahan hidup materi. Keseriusan ini ditunjukkan secara nyata, bahwa kemerdekaan itu lebih utama dan merupakan prioritas utama yang harus diutamakan untuk dicapai. Ini sebagai gambaran ringkas, tentang dalamnya perenungan arti kemerdekaan bagi Pemerintah Indonesia di mana Gaza sebagai personifikasi negara-negara Arab yang notabene menjadi penerima pertama Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia bukanlah jenis bangsa yang “tidak tahu diri” atas bantuan-bantuan kemanusiaan asing kepada Indonesia pada saat Indonesia mengalami derita dan krisis. Dengan ini, diharapkan kepercayaan internasional kepada Indonesia akan semakin tumbuh dan dukungan kepada Pemerintah Indonesia juga semakin besar.
Sementara nilai negatifnya(dari sisi yang tidak suka terhadap Islam) adalah :
Dianggap mengutamakan kepentingan bangsa lain sementara rakyatnya sendiri justru menderita dan hidup kesusahan.
Dianggap tidak serius menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan hidup rakyat Indonesia sendiri.
Beberapa solusi yang mungkin bisa dilaksanakan untuk mengakomodasi kepentingan nasional dan internasionalnya:
Bantuan ke Gaza tetap dilaksanakan sebab tidak melanggar undang-undang dan peraturan domestik dan internasional. Bahkan kalau mampu, nominal bantuan ditambah.
Mengalokasikan dana sesegera mungkin untuk mengentaskan permasalahan di Lapindo, serta di derah lainnya yang dilanda krisis kesejahteraan.Motivation (Explicit Album Version)
Memberdayakan aparatur pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik.
Akhirnya kita hanya bisa merencanakan dan menyusun konsep, pelaksanaan bukan di tangan kita, tetapi pemerintah.Dan yang paling penting adalah menjaga aparat pemerintah ini jangan malah memanfaatkan bantuan musibah untuk "Bancakan" korupsi. Hayo kita saksikan apa yang terjadi
selama ini. Untuk itu barang siapa yang baerni menghadapi tantangan ini adalah "apapun upauyanya" yang mempunyai niat yang tulus Ikhlas karena Allah lah yang akan membuahkan hasil yang baik. Insya Allah dengan langkah kecil ini siapapun yang berniat membantu hendaklah melakukan tindakan kearah tujuan bantuan itu dengan fokus walaupun hanya bisa dengan berbuat yang sedikit. Disini ada tantangan buat rekan-rekan pembaca.Siapakah Saya Yang Dengan Beraninya Dan Mudahnya Mempertaruhkan Uang Tunai 50 Juta Rupiah Hanya Untuk Sebuah Tantangan?!?! ini dia

Sebagian infaq anda untuk saudara kita di Gaza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar