Firman Allah

Hai orang orang-yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kau mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Al Quran Surat Asshof (ayat 10-12)

Minggu, 04 Juli 2010

Apa Sama Piala Dunia dengan Pornografi?

Ajang Piala Dunia adalah ladang bisnis luar biasa besarnya dengan keuntungan yang juga luar biasa besar. Terlebih bagi negara tuan rumah, hajatan akbar ini akan menghasilkan devisa negara melimpah dari perusahaan-perusahaan sponsor tingkat dunia, pariwisata, layanan jasa transportasi dan lain-lain. Namun, di balik gemerlapnya lampu-lampu stadion dan riuh-rendahnya sorak-sorai penonton, ada sisi-sisi kelam Piala Dunia khususnya dan Dunia Perspakbolaan pada umumnya, yang tak kasat mata atau minimal tak disadari oleh khalayak pemirsa. Mulai dari kepentingan Zionisme-Yahudi dan hegemoninya di ranah kapitalisme global yang berselindung di balik sponsor, hingga infiltrasi ideologi Kabbalah-satanisme. Ideologi sesat pemuja kesesatan dan materialisme-hedonistis dengan berbagai derivasinya, secara perlahan dan halus merambati jalan fikiran jutaan pemirsa dan menghujani alam bawah sadar kita dengan simbol-simbol paganistis mereka.

Demikian pula berita Video Porno, bagi khalayak masyarakat, sangat menguras perhatian. Akibatnya mayoriras muslimin sebagai populasi mayoritas di Indonesia, terkuras energinya untuk memulihkan kepada pendidikan moral terutama pengaruhnya terhadap anak-anak, dan jelas masalah Vital yaitu Al Aqsha, sebagai Kiblat pertama ummat Islam yang tereneksasi oleh Zionis Israel terlupakan.

Sebagian kaum muslimin, tentunya akan sejenak melupakan Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam, yang kini semakin merapuh di ambang kehancuran akibat ulah orang-orang Zionis-Yahudi. Sebagian kaum muslimin juga akan sejenak melupakan berbagai persoalan kronis yang menelikung bangsa ini, mulai dari kasus korupsi, gerakan aliran-aliran sesat yang terus diback-up mati-matian oleh kalangan sekuler-liberal dan lain-lain. Ada sebuah kekuatan besar yang mengarahkan mata, telinga, bahkan hati dan pikiran kita untuk terus mengikuti kemana si kulit bundar itu menggelinding, namun di saat yang sama, kita akan mengabaikan penderitaan kaum muslimin di belahan bumi lainnya atau bahkan di depan pintu rumah kita sendiri.

Sepakbola kini telah menjadi semacam “religion” (Hamid Fahmi Zarkasyi, Agama, www.hidayatullah.com, 11 Agustus 2008), pseudo-agama yang diam-diam menggusur iman kepada Allah dan menggantikannya dengan kesenangan yang adiktif belaka. Kesetiaan para pendukung fanatik tim sepakbola dan kecintaan kepada bintang lapangan yang menjadi idola, telah melahirkan personal disorder hingga tahap melukai diri sendiri ataupun orang lain. Ada sebersit kebahagiaan ketika tim pujaan memenangkan laga pertandingan, dan kecewa mendalam ketika mereka kalah di lapangan. Kebahagiaan dan kekecewaan yang mampu mengendalikan hasrat dan fikiran sang fanatik melebihi pengaruh keyakinan agama terhadap dirinya sendiri. Ini salah satu realita yang tersembunyi di balik warna-warni sepakbola dunia. Maka tidaklah berlebihan jika di sebuah jalan di Manchester, Inggris, sebuah papan iklan besar milik Manchester United menampilkan gambar seorang pemain dengan tulisan di bawahnya, It’s like religion.(eramuslim.com)

Mungkin dalam waktu 2 pekan mendatang masih hangat, dan setelah satu bulan lagi akan sedikit menghilang, tetapi tidak dengan kasus Video Porno yang menimpa pada artis papan atas Indonesia. Tampak dengan kasat mata berita dan realitas proses hukum masih tarik ulur. Kira-kira pasal mana yang akan menjadikan tersangka diproses. Sementara hukum dalam Agama sudah jelas. Karena hukum Negara tidak memakai hukum Agama. Dan Proses penetapan hukum Pornografi juga belum jelas penetapannya. Maka apa yang terjadi? Beginilah Indonesiaku, negaraku, tumpah darahku....

Lantas apa kaitannya dengan Piala Dunia? Memang secara langsung tidak ada kaitannya. Tetapi yang menjadi pokok persoalan adalah terlupakannya muslimin dari mengingat perjuangan Pokoknya, memperjuangkan Al Aqsho, kejahatan Zionis Yahudi Israel terhadap perjuangan relawan Gaza yang sedang membantu rakyat Gaza, Palestina. Yang nyata-nyata dengan kasat mata ditunjukkan kebrutalan tentara Israel dengan membabi tuli menyerang relawan di perairan International. Anehnya Israel tidak pernah meminta maaf atas perlakuan itu terhadap negara ataupun para relawan dari negara mana mereka membawa nama negara. Yang pokoknya adalah terlupakannya muslimin ini akan ingat kepada Allah, bila masih ingat pun berkurangnya nilai ingatan itu, sehingga terlena, dan menunjukkan lebih memperhatikan kepada hal-hal yang akhirnya waktu hanya dihabiskan untuk itu. Click Here!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar